Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2010

Lakukan Investasi maka anda akan Kaya

Kita semua mengetahui bahwa aset adalah suatu yang sangat berharga dan manusia merupakan aset yang paling sangat berharga karena merupakan anugrah dari Tuhan Sang Pencipta. Jika dipilah, maka ada bermacam macam aset di muka bumi ini, namun yang dibahas disini hanya terbatas pada aset yang berhubungan dengan perencanaan keuangan utamanya aset finansial saja.

Berbicara mengenai penambahan aset, alangkah bijak jika kita melakukan evaluasi terhadap kekayaan (aset) bersih yang kita miliki. Aset atau kekayaan bersih adalah selisih dari total kekayaan atau harta yang anda miliki dikurangi oleh seluruh utang yang ada.

Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:
H (Harta) - U (Utang) = KB (Kekayaan Bersih)

Lalu apa yang dimaksud dengan kekayaan alias harta itu?, adalah segala sesuatu materi yang anda miliki dan memiliki nilai jual (secara ekonomis), misalkan:

1. Saldo pada Bank (tabungan, deposito & giro);
2. Nilai pasar atas aset investasi (obligasi, reksa dana & saham);
3. Nilai pasar…

Akibat Perang Mata Uang

Currency war atau perang mata uang menjadi topik hangat di seluruh dunia sepanjang pekan lalu. Ancaman akan pecahnya perang mata uang ini menjadi semakin serius karena para pemimpin keuangan dunia termasuk didalamnya Bank Dunia dan IMF – dalam pertemuannya di Washington akhir pekan lalu – gagal mengatasi pertikaian dalam masalah daya beli uang kertas ini. Apa maknanya ini bagi kita ?.

Seperti ‘perang’ antar geng atau kelompok masyarakat yang akhir-akhir ini banyak terjadi di tanah air, ‘perang’ mata uang antar negara adalah perang yang sia-sia. Ada pepatah jawa yang pas untuk menggambarkan situasi ini yaitu Menang Ora Kondang, Kalah Ngisin- Ngisini ( menang tidak menjadikan terkenal, bila kalah memalukan).

Mengapa demikian ?, mari kita lihat contoh kasusnya yang konkrit pada pertempuran yang sedang terjadi antara Amerika dan China. Amerika terus berusaha menekan China agar secepatnya menaikkan nilai tukar mata uang mereka, karena para produsen di Amerika menuduh nilai tukar Yuan terlal…

Orang-orang Super Kaya Berburu Emas

Jenewa - Ditengah kondisi perekonomian dunia yang labil, orang-orang super kaya di dunia pun meresponsnya dengan mengalihkan portofolio investasinya ke emas. Mereka menarik aset-asetnya dari sistem finansial dan memborong emas hingga berbatang-batang, bahkan ada yang hingga berton-ton untuk mencari tempat lindung investasi yang dianggap paling aman.

Eksekutif UBS, Josef Standler mengatakan, kekhawatiran akan terjadinya pelemahan ekonomi yang berlarut-larut telah meningkatkan minat terhadap emas, termasuk juga saham-saham sektor pertambangan dan exchange-traded funds (ETF) atau reksa dana yang diperdagangkan di bursa. "Mereka tidak hanya membeli ETF atau produk berjangka, mereka juga membeli emas secara fisik," yar Standler dalam Reuters Global Private Banking Summit, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/10/2010).

UBS kini tercatat sebagai salah satu bank terbesar Swiss yang memiliki klien-klien kakap dengan aset yang diinvestasikan mencapai US$ 50 juta. UBS merekomendasikan…

Kapan Jepang Bangkrut..?

Hutang pemerintah Jepang sebagai suatu persentase dari PDB (Produk Domestik Bruto) adalah 52% pada tahun 1989, sebelum anjloknya pasar perumahan maupun bursa saham di “Negeri Matahari Terbit”. Saat ini hutang tersebut telah sebesar 200% dari PDB, seperti dapat Anda lihat pada grafik dibawah ini. Bahkan proyeksi anggaran menunjukkan hutangnya kemungkinan akan mencapai 250% dari PDB di tahun 2015.

Sebuah hukum ekonomi dasar menyatakan bahwa suatu tren yang tidak dapat dipertahankan pada akhirnya memang tidak akan bertahan. Oleh karena itu, pada saat perekonomian terbesar ketiga didunia tersebut meledak, gemanya akan terasa di seluruh dunia.

Ketika permintaan akan surat hutang Anda melemah, kenaikan dalam tingkat suku bunga yang Anda tawarkan adalah sebuah tahap berikutnya yang masuk akal. Itu memang terdengar bijaksana kecuali kalau Anda sudah memiliki hutang yang belum terlunasi senilai US$10 trillion. Kini suku bunga untuk obligasi pemerintah Jepang yang berdurasi 10 tahun sedang b…