Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2010

RFID Application for Traceability Production

Product information, processing information, assembly information, and inspection information are written to an ID Tag attached to a pallet.

At each process, the processing information, assembly information, and inspection information are separated according to the work instructions on the ID Tag. At each inspection step, the results of the inspection are written to the ID Tag, then uploaded to the host at the final process.
• Superior environmental resistance allows stable communications even in noisy factory conditions.
• High reliability enables secure data retention even in inspection processes (such as high-voltage tests using tens of thousands of volts, and strong electric fields).

Benefits

• Products and information are integrated, so tool changes at each stage can be done accurately and efficiently.
• Production and inspection histories can be automatically collected for accurate traceability control.

RFID Application for Manaement of Rental Machinary

Problems: Warehouse inventory control of rental machinery is complicated because it involves many different items. For example, it is necessary to keep track of which machinery has been rented out, which machinery has been returned, and what condition the machinery is in (e.g., how clean it is). Clerical errors can occur in management systems based on hand-written forms. Collating all the information into, for example, daily or monthly reports can be very difficult.

Perform inventory control using ID Tags mounted to the machinery. Write information about the machinery, such as the machinery number and the status of the machinery (e.g., reserved/available, processed/not processed after return, clean/dirty), to the ID Tag.

Not influenced by dirt. Proven track record in the industry. Handy, key-holder-size ID Tags are also available.

Benefits

The kind of clerical errors that occur with hand-written forms can be prevented. The time spent on filling out forms can be saved, enabling efficient m…

Harga Tanah Turun lho...

Orang tua kita dulu sering berkata, kalau punya rejeki, belilah tanah. Tanah adalah investasi jangka panjang yang menguntungkan, karena harganya akan terus naik. Uang hasil jual tanah bisa buat biaya kuliah anak-anak di masa depan. Tapi itu kisah di Indonesia. Di Jepang, pesan itu tidak sepenuhnya benar. Harga tanah di Jepang justru terus turun seiring dengan pusaran deflasi yang berkepanjangan. Membeli tanah di saat-saat sekarang ini bisa berarti rugi.

Meledaknya bubble harga asset di tahun 90-an masih meninggalkan luka yang dalam pada ekonomi Jepang. Lingkaran setan turunnya harga barang dan jasa mengakibatkan harga tanah di Jepang terus turun. Sebaliknya, harga tanah yang terus turun mengakibatkan harga barang dan jasa turun. Begitu terus berputar-putar.

Daerah Ginza di Tokyo, dahulu terkenal sebagai daerah termahal sedunia. Harga tanah dan permintaannya tinggi. Tapi kini, harga tanah di Ginza turun sekitar 25% hingga 26% secara rata-rata tahunan (y-o-y). Data dari Kementerian Pertan…

Chairul Tanjung

Dalam peta baru pengusaha besar nasional belakangan ini, namanya disebut sebagai the rising star. Pemilik Para Group ini berhasil melakukan lompatan bisnis spektakuler justru ketika ekonomi masih dilanda badai krisis. Lompatan besar bermula ketika ia mengambil alih Bank Mega. Namun di PBSI, sebagai Ketua Umum ia kurang beruntung, dan memilih mundur. Ia digantikan Sutiyoso, Gubernur DKI dalam Munaslub di Jakarta sabtu 17 Juli 2004

Badai krisis yang berlangsung sejak empat tahun lalu telah meluluh lantahkan bangunan bisnis lama. Para pengusaha raksasa yang populer disebut konglomerat satu demi satu telah berguguran. Tak hanya dari kelompok nonpri, pengusaha besar dari kalangan pribumi pun hampir tak ada yang terbebas dari lilitan masalah. Jika kini disusun sebuah daftar kelompok usaha besar baru, misalnya dengan tolok ukur aset di atas Rp 1 triliun, petanya pasti telah jauh berubah dibanding sebelum krisis.

Belakangan ini, Chairul Tanjung adalah sosok pengusaha yang namanya paling banyak …

Peluang Emas Budidaya Kelinci Hias

Budidaya kelinci memang menggiurkan. Apalagi kelinci hias, harganya bisa 10 kali lipat harga kelinci konsumsi. Urine dan fecesnya pun bisa dijadikan fulus. Wiyono

Apabila hobi Anda berwisata kuliner pasti sependapat bahwa restoran dengan menu daging kelinci kian menjamur. Teksturnya yang lembut dan gurih makin digemari karena kandungan kolesterol daging kelinci jauh lebih rendah dibandingkan daging sapi atau kambing sehingga lebih sehat bila dikonsumsi. Sejatinya budidaya kelinci telah lama pula dilakukan orang. Sebab keuntungan beternak kelinci lumayan menggiurkan. Binatang ini sudah siap kawin ketika memasuki usia enam bulan dan masa buntingnya relatif pendek, yakni 29-31 hari. Sekali reproduksi kelinci beranak 4-12 ekor anak, artinya tidak butuh waktu lama untuk mencapai titik impas usaha.

Namun tidak hanya itu, seiring berkembangnya kelompok masyarakat penyuka binatang hias, hewan imut-imut bertubuh mungil dengan bulunya yang lembut itu telah masuk hitungan sebagai incaran para peh…