Skip to main content

Kenapa Pemerintah Tidak Ijin Saya saat Hutang

Indonesia memiliki setumpuk hutang luar negeri, mayoritas adalah dalam US dolar, sebagian lagi adalah dalam Yen.

Ketika mendapatkan mata uang ini, pemerintah mengkonversi kembali ke rupiah dan kemudian menggunakan uang tersebut untuk membiayai proyek yang akan didanai oleh hutang tersebut.

Katakanlah pemerintah meminjam 50 juta USD untuk membangun sekolah, memperbaiki jalan, dan memperbaiki sanitasi suatu daerah. Pertanyaan bagi kita adalah:
"Bagaimana uang ini nantinya akan dikembalikan?"


Kita tidak bisa membayar hutang dolar dengan rupiah, tidak bisa juga membayar Yen dengan rupiah. Dolar harus dibayar dengan dolar, Yen harus dibayar dengan Yen. Tentu saja, + bunga pinjaman yang juga dalam mata uang dolar atau Yen.

Sekolah, jalan raya, dan infrastruktur tersebut tidak bisa serta merta menghasilkan dolar dan yen! Bunga pinjaman dalam mata uang dolar atau yen ini harus dikembalikan, dan satu-satunya cara mengembalikan adalah kalau kita menjual sumber alam atau produk manufaktur buatan Indonesia kepada negara-negara pemberi pinjaman tersebut.

Bila pinjaman terus menerus diberikan.. suatu ketika bunga-berbunga (compounding interest) dari pinjaman tersebut akan memaksa pemerintah menjual besar-besaran sumber daya alam kita ke negara pemberi pinjaman tersebut... Pajak yang harus dibayar oleh rakyat juga semakin besar, hanya untuk melunasi hutang dan bunga hutangnya.

Siapa yang sebenarnya memberikan hak kepada pemerintah untuk berhutang??? Sepertinya pemerintah tidak pernah meminta izin dari rakyat ketika meminjam uang ke luar negeri, padahal konsekuensi tindakan mereka berdampak secara langsung kepada kehidupan rakyat nya.

Ingat, pemerintah tidak punya uang! Semua uang pemerintah datang dari rakyatnya!
sumber: http://pohonbodhi.blogspot.com

Comments

Popular posts from this blog

Mitos Jambu biji, jus kurma, angkak, guava, dan pocari sweat pada Penderita DB

ini ciri demam berdarah..warning!!(dari pengalaman terakhir beberapa hari yang lalu)diambil dari blog sebelah Gw baru sembuh dari DBD beberapa hari yang lalu. Gw kena DBD dari awal sampe sembuh memakan waktu kurang lebih 8 hari. Gw bisa gambarin apa yang gw alamin secara detail, supaya kalo elu ada yang mengalami gejala yang sama, lu bisa waspada. Sekarang nyamuk demam berdarah udah canggih, udah ngga ada bintik2 merah lagi. katanya nyamuk itu udah berevolusi akibat fogging, dan pembasmian. mereka udah ngga lagi memberi efek bintik merah, kalopun ada, susah keliatannya. Jadi....hati2. hanya karena ngga ada bintik merah, bukan berarti lu ngga kena demam berdarah. HARI PERTAMA: Badan panas dan perut mual. Tulang rasanga pegel-pegel (kayak nguli seminggu nonstop) terutama di bagian punggung. Bawaannya ngga enak dan seperti mau mati. Terus-terusan berbaring di tempat tidur, dan setiap bangun rasanya badan mau rontok. Setiap elu mau makan, ada rasa enek yang sangat besar. setiap abis makan ...

Hua Xi: Desa Terkaya Didunia

Cukup menarik untuk diperhatikan bersama, dimana Desa Hua Xi, yang terletak di propinsi Jiang Shu, di tahun 1961 merupakan satu desa kecil, hanya 380 keluarga, 1520 orang, dan sangat terbelakang, dibawah pimpinan sekretaris Partai, Wu Renbao akhirnya sekarang menjadi satu desa termaju diseluruh Tiongkok, dengan penduduk lebih dari 30 ribu dan areal lebih dari 30 Km . Berhasil menggabungkan 16 desa disekitarnya, setiap keluarga tidak hanya mempunyai rumah berbentuk vila 400 – 600 m², tapi juga ada mobil sedan bahkan ada yang sampai 3. Di tahun 2005 Desa Hua Xi berhasil mencapai penjualan produksi senilai lebih 30 milyar Yan. Mereka membangun Pagoda, tugu-emas, danau, taman-internasional dan taman Petani, bahkan membangun proyek tamasya dengan 80 pemandangan alam yang indah. Selama ini telah melayani tamu-tamu dari lebih 120 negara dan daerah. Setiap tahunnya bisa menerima 1 juta orang yang ingin melihat keberhasilan desa Hua Xi. Bagaimana proses perkembangan desa Hua Xi bisa begitu heib...

Investment Box : Dimana Penempatan Investasi Anda...?

Dengan begitu banyaknya pilihan investasi yang sering ditawarkan orang ke Anda, kadang tidak mudah bagi seorang professional sekalipun untuk menentukan pilihannya – apalagi bagi masyarakat awam. Pengelola dana-dana investasi pada umumnya mengembangkan trik-trik tersendiri yang dibangun berdasarkan skills dan pengalamannya. Di antara trik-trik tersebut, saya pilihkan yang paling mudah dan kemudian saya sederhanakan dalam tulisan ini – menjadi sedemikian mudah dan sederhana – karena mirip dengan permainan kelereng sewaktu kita kecil. Waktu kecil dahulu, saya suka sekali bermain kelereng di kampung. Untuk menyimpan kelereng yang jumlahnya banyak, perlu kotak tersendiri. Kelereng-kelereng yang paling sering saya gunakan untuk bermain – untuk gacoan misalnya – maka harus saya taruh di tempat paling atas di dalam kotak agar mudah saya temukan. Bila posisinya tidak diatas akan perlu waktu untuk mengaduk-aduk seisi kotak untuk menemukan gacoan ini. Nah mengelola dana investasi adalah mirip de...