Skip to main content

Raja-Raja Terkaya di Dunia

Washington - Raja Thailand Bhumibol Adulyadej dinyatakan sebagai raja terkaya di dunia versi majalah Forbes. Kekayaan Bhumibol ditaksir mencapai US$ 35 miliar.

Raja Bhumibol (80) telah bertakhta selama 62 tahun. Termasuk dalam daftar kekayaan Bhumibol adalah tanah seluas 3.493 hektar di Bangkok.

Posisi kedua ditempati oleh Sheikh Khalifa Bin Zayed Al Nahyan dari Abu Dhabi. Sheikh Khalifa (60), pemimpin Uni Emirat Arab, diperkirakan memiliki kekayaan senilai US$ 23 miliar.

Raja terkaya ketiga di dunia versi Forbes adalah Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. Total kekayaan raja berusia 84 tahun itu diprediksi mencapai US$ 21 miliar.

Sultan Haji Hassanal Bolkiah dari Brunei menempati peringkat keempat. Padahal sebelumnya Bolkiah merupakan raja paling kaya di dunia. Pria berusia 62 tahun itu ditaksir memiliki kekayaan senilai US$ 20 miliar.

"Sultan yang mewarisi kekayaan dinasti muslim tak tergoyahkan berumur 600 tahun, harus menngurangi produksi minyak negaranya karena menyusutnya cadangan," tulis Forbes menjelaskan turunnya jumlah kekayaan Bolkiah seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/8/2008).

Posisi kelima terkaya adalah Sheikh Mohammed bin Rashid dari Dubai. Pria berusia 58 tahun itu ditaksir memiliki kekayaan senilai US$ 18 miliar.

Pangeran Hans-Adam II (63) dari Liechtenstein menempati urutan keenam dengan nilai kekayaan sekitar US$ 5 miliar. Kemudian Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani dari Qatar menduduki posisi ketujuh. Pria berumur 56 tahun itu ditaksir memiliki kekayaan US$ 2 miliar.

Raja Mohammed VI dari Maroko (56) berada di peringkat kedelapan dengan total kekayaan sekitar US$ 1,5 miliar. Posisi sembilan adalah Pangeran Albert II (50) dari Monako dengan kekayaan senilai US$ 1,4 miliar. Sultan Qaboos bin Said (67) dari Oman berada di posisi kesepuluh dengan nilai kekayaan sekitar US$ 1,1 miliar.

Adapun Ratu Inggris Elizabeth II (82) menempati peringkat ke-12 dengan nilai kekayaan sekitar US$ 650 juta. Ratu Belanda Beatrix Wilhelmina Armgard (70) berada di posisi ke-14 dengan nilai kekayaan US$ 300 juta. (ita/qom)

source: www.detik.com


Comments

Popular posts from this blog

Mitos Jambu biji, jus kurma, angkak, guava, dan pocari sweat pada Penderita DB

ini ciri demam berdarah..warning!!(dari pengalaman terakhir beberapa hari yang lalu)diambil dari blog sebelah

Gw baru sembuh dari DBD beberapa hari yang lalu. Gw kena DBD dari awal sampe sembuh memakan waktu kurang lebih 8 hari. Gw bisa gambarin apa yang gw alamin secara detail, supaya kalo elu ada yang mengalami gejala yang sama, lu bisa waspada. Sekarang nyamuk demam berdarah udah canggih, udah ngga ada bintik2 merah lagi. katanya nyamuk itu udah berevolusi akibat fogging, dan pembasmian. mereka udah ngga lagi memberi efek bintik merah, kalopun ada, susah keliatannya. Jadi....hati2. hanya karena ngga ada bintik merah, bukan berarti lu ngga kena demam berdarah.

HARI PERTAMA: Badan panas dan perut mual. Tulang rasanga pegel-pegel (kayak nguli seminggu nonstop) terutama di bagian punggung. Bawaannya ngga enak dan seperti mau mati. Terus-terusan berbaring di tempat tidur, dan setiap bangun rasanya badan mau rontok. Setiap elu mau makan, ada rasa enek yang sangat besar. setiap abis makan b…

Denah Rumah Minimalis 2 Lantai Type 130, 145, 175, 210, 220

Berikut ini denah rumah minimalis 2 lantai Type 130, 145, 175, 210, 220 perumahan The Paradise Yogyakarta. mungkin bisa menimbulkan ide bagi teman-tem..




























Hati-hati Hutang, Ini Cara KPR diHitung

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bank kerap kali membuat nasabah bingung, terutama terkait pelunasannya. Nasabah kerap kali merasa sudah mencicil beberapa tahun, namun nyatanya sisa pokok utang yang harus dilunasi ternyata masih tetap besar.
Misalnya saja jika seorang nasabah mengambil KPR sebesar Rp 45 juta berbunga sekitar 19,5%, dengan cicilan sekitar Rp 1,1 juta per bulan. Setelah mencicil selama 2 tahun atau sekitar Rp 24 juta, nyatanya pokok utang yang sudah berkurang tidak lantas berarti Rp 45 juta dikurangi Rp 24 juta atau tersisa Rp 21 juta. Tidak sesimpel itu.

Hal itu dikarenakan, perhitungan KPR perbankan menggunakan sistem anuitas, artinya komponen bunga dibayar di muka dan baru akan mengecil hingga kredit dinyatakan lunas.
Bagaimana sebenarnya perhitungan bunga KPR? Berikut perhitungan-perhitungan bunga KPR yang dikutip detikFinance dari situs BTN, Senin (3/1/2010).

Sebagai contoh adalah nasabah yang mengambil KPR dengan masa 10 tahun dengan kredit atau pokok kredit Rp.45 juta. A…